BANTUL – Guna memperkuat sinergi dan efektivitas konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di tingkat desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Bantul bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) pada Kamis (8/10/2026) di Aula Lantai 2 Dinas PMK Bantul. Agenda ini berfokus pada penguasaan modul e-Learning P3S yang disampaikan oleh Koordinator TAPM DIY, Murtodo, mencakup skema pembelajaran mandiri berdurasi 360 menit pada platform HDW Learning, HDW Pendataan, dan HDW Monitoring agar tenaga pendamping mampu memfasilitasi proses pembelajaran serta menangani kendala teknis di lapangan.


Selain aspek teknis platform digital, peserta mendapatkan pembekalan substansial dari Perwakilan Kemendes PDT, Aprilia Kurnia Dewi, mengenai penanganan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mekanisme konvergensi, pengorganisasian kelembagaan, hingga penguatan ketahanan pangan desa. Pembekalan tersebut juga menekankan pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi kader dan pendamping saat menjalankan tugas di lapangan guna memastikan seluruh proses pendampingan masyarakat berjalan aman, terstruktur, dan berkelanjutan.

Sebagai penutup TAPM Kabupaten Bantul Yuni Lestari memaparkan operasionalisasi aplikasi eHDW serta pemanfaatan data konkret untuk mendukung pelaksanaan Rembuk Stunting di tingkat kalurahan. Tata kelola data yang valid dan transparan dari eHDW menjadi acuan utama bagi pemerintah kalurahan dalam menyusun perencanaan serta penganggaran pembangunan yang tepat sasaran. Sinergi yang kuat antara pendamping, kader, dan pemerintah desa ini diharapkan dapat terus terjalin erat demi mewujudkan kalurahan bebas stunting di Kabupaten Bantul.
