Studi Tiru Terkait Dalam Rangka Meningkatkan Kapasitas Dan Optimalisasi Peran Asosiasi BUMDesaguna Mendukung Pengembangan Dan Penguatan BUMDesa

BANTUL — Dalam rangka meningkatkan kapasitas serta mengoptimalkan peran asosiasi BUMDesa guna mendukung penguatan ekonomi desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan kegiatan studi tiru ke Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Rombongan yang berjumlah 32 orang ini dipimpin langsung oleh Kepala DPMD Kabupaten Karanganyar beserta jajaran, serta turut mengikutsertakan para Direktur BUMDesa dari wilayah Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang bertempat di Resto Mangut Mbah Pono salah satu unit usaha milik BUMKal Potorono ini disambut oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul, Lurah Potorono, serta Direktur BUMKal Potorono beserta jajarannya.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Kepala DPMD Kabupaten Karanganyar yang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan tersebut. Pihaknya menjelaskan bahwa studi tiru ini dilaksanakan untuk memperoleh gagasan serta wawasan baru dari BUMKal Potorono, khususnya terkait strategi perancangan, tata kelola, dan pengembangan unit usaha BUMDesa yang inovatif. Menanggapi hal tersebut Kepala DPMK Kabupaten Bantul Afif Umahatun, SH menyampaikan apresiasinya atas kunjungan rombongan DPMD Karanganyar. Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa BUMKal Potorono menjadi salah satu contoh keberhasilan pengelolaan badan usaha di tingkat kalurahan karena tidak hanya berfokus pada pendirian lembaga saja melainkan konsisten melakukan pembenahan dan terus berinovasi dalam mengembangkan beragam jenis usahanya secara berkelanjutan.

Setelah pembukaan dan sesi foto bersama agenda dilanjutkan dengan sharing session serta diskusi interaktif antara rombongan DPMD Karanganyar dan jajaran pengelola BUMKal Potorono. Dalam sesi ini, para peserta menggali lebih dalam mengenai proses pengelolaan potensi lokal hingga menjadi unit usaha yang bernilai ekonomi tinggi, seperti halnya kuliner Mangut Mbah Pono. Melalui pertukaran pengalaman ini, diharapkan hasil studi tiru dapat menjadi acuan bagi para direktur BUMDesa di Kabupaten Karanganyar dalam meningkatkan efektivitas kelembagaan dan mendorong kemandirian ekonomi desa di wilayah mereka.